Berkunjung

Mengunjungi bukan hal yang baru bahkan kegiatan kita datang ke pulau kecil ini pun juga disebut mengunjungi. Berkunjung satu tempat ke tempat lain, berkenalan dengan teman baru, orang baru, kehidupan baru, adat yang baru, dan tentunya peraturan yang baru. Datang lalu berkenalan seperti analogi PDKT sama gebetan, datang dan kenal agar kita saling dekat dan menyatu dalam satu pemikiran yang sama.

Pulau kecil ini juga harus aku kenali siapa dia dan mengapa dia ada disini seperti menelusuri sejarah dunia bertanya sana-sini, bertemu sesepuh, perangkat desa dan beberapa warga keturunan asli. Bukan masalah bagiku bertemu dan berkenalan karena aku menyukai kegiatan ini dan banyak hal baru yang aku temui untuk kemudia aku pelajari. Batinku masih berdumam "Indonesia begitu kaya dan ini surga Indonesia yang patut aku syukuri, alam semesta yang begitu aku impikan dan begitu aku idolakan dalam hidupku". Ini adalah saatnya aku menjadi manusia yang penuh tanggung jawab dan ketulusan.

Warga yang sangat toleran dan baik pada siapapun dari kami, bahkan mereka lebih sering sibuk menyiapkan apa saja yang ingin mereka suguhkan untuk kita, karena mereka tau misi dan tujuan kita datang ke pulau ini, desa dimana mereka tinggal. Dan tujuan mereka tak lain agar kami semua betah tinggal dan tak jengah untuk berkunjung lagi ke pulau kecil ini. Pulau kecil ini hanya terdiri dari satu desa karena selain luas wilayah juga penduduknya yang tak banyak tinggal disini, mereka sebagian besar adalah masyarakat perantauan pulau lain dan bukan asli dari provinsi desa ini. Sebagian besar masyarakat desa ini bekerja menjadi nelayan dan beberapa adalah guru dan pedagang, namun beberapa dari mereka pekerjaannya merangkap, selain nelayan mereka juga sebagai guru atau bahkan perangkat desa. Jadi terkadang beberapa berkas penting yang kami butuhkan untuk laporan yayasan pun, terkendala dengan menunggu pengesahan dari perangkat desa yang sedang melaut. Mereka melaut bukan sehari lalu pulang tapi bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu mereka belum pulang. Karena beberapa pengepul ikan berada di Kota dan lebih tepatnya berada di pulau kecil lainnya.

Aku disini seakan ingin menyanyikan lagu masa kecil ku hmm "Nenek moyangku seorang pelauuuut...." karena disini Desa dan Kota yang aku tau bukan lagi berbatasan dengan sungai atau bahkan hanya gapura selamat datang, melainkan lautan bahkan bisa jadi samudra yang harus diseberangi.

Bersambung...

Persinggahan

Rumah seakan menjadi dambaan kami saat ini, begitu jelas merindukan rumah. Ayah, Ibu, kakak, adek semua yang mewarnai rumah, kegiatan yang menyebalkan di dalam rumah seakan kami rindukan saat ini. Kerinduan yang mendalam dengan rumah, tapi dari sini justru kita belajar untuk mengenal tanggung jawab dan kedewasaan yang sebenarnya.

Hari ini seakan aku ingin terbangun dan kembali dan pasti ini belum terlambat untuk dilakukan, tapi ada komitmen yang harus aku pertanggung jawabkan nantinya, aaah... pasti akan banyak masalah yang muncul bila aku pulang sekarang. Badanku seakan sudah tak kuat bangun lagi, perasaan sayup-sayup tarian ombak dan perahu masih terasa dikepalaku. Mungkin aku kena mabuk laut, cacing-cacing di perutku juga seakan ikut mabuk dan sekarang cacing-cacing itu berdemo, aku lapar. Haruskah aku masak jam segini? ini malam sekali, meskipun mataku sepertinya sulit untuk membawaku bermimpi. Tapi malam ini begitu gelap dan aku begitu takut, haruskan aku membangunkan temanku hanya untuk menemaniku makan? tapi pasti mereka capek dan ingin istirahat.

"CYAAAAT!!!.." suara mendadak menghampiri kamarku, seperti hewan malam yang sama merasa laparnya sepertiku dan sepertinya aku harus terbiasa dengan suara-suara mereka yang sekarang membuatku kaget dan deg-degan, sekujur tubuhku jadi lemas, perutku yang gaduh sekarang berubah jadi mules nggak karuan ingin ke kamar mandi. Beginikah aku harus menahan ketakutanku sendiri, kebiasaan susah tidurku dan kebiasaan gaduh dengan musik-musik di Hape-pintarku. Sepertinya memang aku harus merubah pola hidupku dari sekarang, seperti rasa lapar di tengah malam ini harus ku rubah sekarang.

Gelap. Waktu menunjukkan pukul 23:00 WIB, yaaa... pulau ini masih memasuki waktu Indonesia bagian barat tapi aku udah nggak di pulau dimana aku biasa tinggal. Dan masalah terbesarku saat ini adalah gelap. Perlahan kelambu jendela kamar aku singkap, pemandangan tepat di depan teras "Rumah Singgah" tapi yang aku lihat hanya pohon mangga besar di halaman rumah dan beberapa pilar-pilar rumah. Remang memang karena pancaran cahaya lampu dari tetangga rumah yang agak jauh dari "Rumah Singgah". Musuhku dari kecil adalah gelap tapi tak tahu kenapa aku harus melawannya karena ini tidak akan mampu menyelamatkanku dari sini, dan aku harus bertahan.

"WHUUUUUUUSSHHH.." Kelambu jendela kamar menyapaku malam ini seakan-akan ingin menarikku untuk melihat luar. Astaga!! jatungku berdegup kencang, seakan ada sesuatu yang membuatku penasaran sekaligus takut. Aku mulai memainkan pikiranku "ah itu angin", "apa itu nyata?". "jangan-jangan hantu disini sedang mengamatiku" tapi logikaku selalu mengalahkan pemikiran burukku "ITU HANYA ANGIN" aku memberanikan diri menengok luar dan sedikit menutup jendela yang sebelumnya terbuka. Batinku membuatku berani dengan berkata "Nggak ada apa-apa kok, cuman angin laut lagi pasang gedhe banget". Disini saat malam sangat panas didalam rumah, tapi dingin sejadinya jika aku keluar karena anginnya sangat kencang dan bahkan mampu mengendalikan kincir listri di desa ini. Yaaaah.. sebelumnya desa ini di fasilitasi kincir angin sebagai daya pembangkit listri karena potensi angin disini cukup kuat, tapi saking kuatnya angin dua sampai 3 buah kincir listri hancur karena angin bahkan sampai patah karena angin. Dan sekarang desa ini menggunakan tenaga cahaya sebagai pembangkit tenaga listriknya, karena disini juga cukup panas jika siang hari. Tapi listrinya pun tak cukup membuat menyala seluruh rumah di Desa ini menyala selama 24 jam penuh. Kita nggak tau apa alasan listrik ini hanya menyala 6 jam tiap harinya dan ini juga menjadi pertanyaan para warga. Jadi dari sini kita akan mencari kebenarannya.

Apakah ini salah kincir angin? salah pembangkit surya? salah warganya yang kurang bijak dalam penggunaannya? atau salah aparat desa? kita belum menemukan jawabannya. Yang sekarang ini kita lakukan adalah menunggu waktu untuk menjawabnya dan kita yang harus menyelidikinya. Karena tujuan kita hanya untuk membuat warga ini sejahtera selayaknya masyarakat pedesaan lain dan anak-anak menjadi tersenyum bahagia.

Bersambung...

Rumah Singgah

Kali ini aku sedang menjalankan misi sosial di salah satu pulau terpencil di Indonesia. Aku dan kawan-kawanku berencana tinggal bersama selama dua bulan kedepan. Kita merencanakan misi sosial untuk membuat warga pulau kecil ini menjadi selayaknya desa-desa lainnya, kita hanya penyumbang ilmu kemakmuran. Disini kita seperti memiliki atmosfir yang berbeda, seperti menginjakkan kaki di bulan nggak ada grafitasinya. Sangat berbeda dengan kota-kota tempat kita tinggal, disini begitu sepi, gelap, menakutkan, tapi penuh kekeluargaan yang sangat hangat. Kita mengorbankan keegoisan kita, jauh dari mereka yang kita sayangi di kota, ayah, ibu, adek, kakak, saudara lainnya. Kita sudah mengambil segala resiko dan komitmen untuk warga desa ini, untuk senyum anak-anak desa ini, desa dalam pulau terpencil ini.

Aku disini nggak sendiri, aku bersama 21 orang kawanku. Kita tinggal dalam satu atap yang kami sebut "Rumah Singgah". Tempat kita beristirahat melepas penat, melepas kerinduan sesaat akan orang-orang yang jauh disana, tempat kita saling berdiskusi, berbagi cerita seru seharian yang kita lalui, tempat kita saling bercanda dan bertengkar bersama. Rumah baru bagi kita yang jauh dari keluarga, demi misi sosial yang tidak pernah kita harap kembaliannya. Kita 21 orang dengan otak pemikiran yang berbeda-beda, memiliki ciri khas berbeda, dari latar belakang yang berbeda, dari ras yang berbeda, dan kita bukan saudara. Tapi kini kita membangun persaudaraan, membangun solidaritas dan kepercayaan bersama, untuk membangun visi dan misi bersama. Disini kita memiliki hidup yang sangat berbeda dengan kota, disini nggak ada listrik yang berlaku selama 24 jam penuh, disini kita nggak selalu makan sayur, junk food, membuka internet saja penuh perjuangan menuju bukit, apalagi hanya sekedar menggunakan telepon pun kita harus bergantian karena pemancar signal disini memerlukan antena tradisional milik warga.

Kita bagaikan manusia yang baru dengan tanggung jawab lebih besar dari biasanya, kita mencoba hal baru tantangan hidup yang lebih seru. Tapi aku selalu ingat pesan ibuku "Selesaikan tugasmu dan pulanglah" hanya itu yang terucap dari ibu sebelum aku berangkat ke pulau ini. Aku membentengi diriku sendiri akan banyak kemungkinan buruk yang akan terjadi dan pasti tidak ingin ibuku dengar dari telinganya mengenai kabar burukku. Ayah yang selalu menelpon saat istirahat hanya berpesan "Disana bukan tempat asalmu. Disana pulau baru yang kau injak, menyatulah dengan alam" dari kejauhan terdengar jelas getar suara ayah yang tertahan dirongga mulutnya. Ayah yang selalu mengingatkanku mengenai keselarasan alam, dia tak pernah absen mengingatkan hal itu agar aku selalu dilindungi dari hal apapun yang dia juga tak ingin mendengarnya seperti yang dilakukan ibuku.

Tantangan baru, pengalaman baru bukan berarti ini menjadi selalu seru dan menyenangkan. Karena masih ada tanggung jawab yang harus kita topang banyak nama baik yang harus di jaga, nama baik yayasan, nama baik kita masing-masing dan nama baik keluarga kita. Hanya semesta yang mempu menolong kita saat ini dan baiknya memang kita harus mempercayakan sepenuhnya pada semesta. Karena disinilah awal kita melepas ego, kesombongan, keangkuhan dan kegilaan duniawi yang selama ini menjadi obsesi kita.

Menaiki perahu nelayan berukuran lebih besar dari sekedar truk yang biasa aku lihat di jalan, perahu yang dilengkapi layarnya dan ruangan bawah yang cukup luas mengangkut koper-koper kami. Kita sempat meragukan perjalanan ini karena bukan hanya koper, bahkan beberapa kwintal bahan makanan kita bawa, belum lagi jumlah kita ber-22 orang, ditambah beberapa awak kapal yang menjemput perjalanan kita. Kita berpikir hal buruk akan menimpa jika meneruskan perjalanan dengan beban muatan kapal yang kurang wajar ini. Tapi sedikit tenang karena para awak kapal menjelaskan perjalanan yang akan kita tempuh dengan kapalnya akan baik-baik saja.

Menyebrangi lautan biru yang berangsur berubah warna tiap saatnya, biru muda, lebih tua, dan semakin pekat warnanya hingga menghitam, hanya doa yang kami ucap hingga kita sampai ke pulau. Sedikit menegangkan karna perahu seakan sedang bermain-main dengan ombak, menari, berlarian, dan terkadang melambat menunggu ombak besar melewatinya. Lumba-lumba yang aku suka terlihat sekilas berlarian menyambut kita semua yang menjerit bahagia.

Bersambung.....

Cintaku Sendirian

Aku pernah mendengar banyak cerita tentang cinta dari orang-orang terdekatku, bahkan dalam setiap perjalanan yang aku lalui pasti menemukan cerita cinta yang beragam. Aku bahkan mengenal betul setiap cerita yang mereka sampaikan akan berakhir sama seperti apa yang aku bayangkan. Aku menyukai cerita-cerita mereka tak banyak cerita dari mereka yang unik bahkan mampu membuatku iri untuk memiliki cerita tersebut. Lucu memang terkadang mereka mengeluh karna cinta, menangis karena cinta, tertawa karena cinta. Semua yang mereka rasakan adalah karena cinta dan mereka senang melakukannya.

Mereka terkadang mengeluhkan cinta mereka padaku yang sebenernya nggak pernah bener-bener memiliki cinta unik yang mereka miliki. Tapi aku seneng tiap mereka menceritakan kisah cinta mereka, aku seperti belajar hal baru mengenai cinta. Hal lucu yang selalu aku alami adalah mereka yang menjadi tokoh dalam kisah cinta itu namun selalu bertanya solusinya padaku yang nggak pernah melalui kisah-kisah itu. Mereka seakan mempercayaiku sebagai guru solusi kisah mereka yang sebenernya buta akan kisah cinta.

Tapi aku selalu melalui kisah cinta sendiri, ya... walaupun kisahku hanyalah kisah yang membosankan tiap ketemu cowok alurnya selalu sama. Kenalan - Deket - Perhatian - lalu Pergi menghilang :)) apa itu beneran? yap jelas begitu terus alurnya, nggak berubah. Lucunya itu selalu terjadi sama cowok yang beda-beda dan herannya selalu kisah yang sama. Tapi ada kisahku yang selalu tragis alurnya cuman Kenal - trus Ngilang atau bahkan yang lebih ekstrimnya lagi Nggak kenal - aku Deketin - trus Ngilang hahaha.. :)) Lucu ya?? kadang emang hidup perlu ditertawai kayak kata bang Ernest.

Mungkin kisah cintaku sering disebut cinta bertepuk sebelah tangan, cinta sendirian atau cinta obsesi, sebelumnya aku udah bikin artikel tentang cinta obsesi dan itu berasal dari pengalaman aku sendiri.

Sekarang ini aku lagi seneng banget kenal sama cowok hmm... sebenernya dia nggak begitu nice sih orangnya, lebih ke tipe-tipe cowok yang cuek mungkin ini gara-gara aku kena karma kali ya... hahaha :)) soalnya banyak yang bilang aku ini cuek banget sama orang dan lebih ke sikap nggak peka siiih hehehe :-D

Tapi aku sama dia memang banyak kata "Tapi"-nya. Pada dasarnya emang aku gampang suka sama cowok, ya istilahnya jaman sekarang baper-lah. Aku suka sama dia karena dia pernah bilang kalo dia punya rencana ngedeketin aku, tapi karena aku pernah bohong tentang status aku yang udah punya pacar jadi katanya dia nggak jadi ngedeketin aku hahahha :)) siapa yang nggak klepek-klepek kalo denger kata-kata begitu?? apalagi aku yang udah jomblonya bertahun-tahun. Langsung deh aku geernya selangit, tapi gengsi dong kalo langsung ngomong ke orangnya jadi aku senyum-senyum aja dan pura-pura kita emang harusnya temenan. 

Karena aku harus belajar dari kisah masa lalu-ku, aku yang terjebak cinta dalam sebuah persahabatanku sendiri sampe-sampe aku dan mantan sahabatku udah nggak sahabatan lagi. Intinya kita udah nggak temenan lagi dan cintaku ini yang telah menghancurkan persahabatan itu sendiri, itu yang membuat aku lebih memilih kisah cinta sendirian daripada orang yang aku suka harus tau perasaanku dan pergi seperti dia.

Tapi sekarang dengan dia yang aku suka adalah dia yang telah menjadi sahabat baruku dan memiliki kisah yang hampir sama. Tapi aku menolak memiliki akhir kisah yang sama, aku nggak mau dia menjadi mantan sahabatku. Biarkan aku yang memiliki rasa cinta ini sendirian agar dia nggak pergi meninggalkanku dan biarkan rasa cintaku perlahan pudar dan menghilang dengan sendirinya tanpa kita saling melukai.

Aku memang egois membiarkan rasa cintaku tumbuh dengan sendirinya dan membiarkan aku sendiri yang tau, aku hanya nggak mau dia tau dan pergi. Emang kalo dia tau perasaanku dia bakalan membalasnya? apa ini nggak bakalan bikin kita saling menyakiti? menumbuhkan rasa kecewa?. Kalo pun dia tau dan menerima apa ini akan berakhir bahagia? apa nantinya kita bakalan masih bisa temenan? dan apa ini nggak bakalan bikin kita saling nyakitin juga?. Kalo pun dia tau dan menolaknya apa ini bakal bikin kita saling memuaskan perasaan kita? apa aku bisa nerima?.

Jadi biarkan kita saling memperhatikan dan diam-diam saling menjauh untuk menghilangkan rasa cintaku ini. Meskipun saat aku dan dia saling berjauhan rasa rinduku lebih menyiksa karena rinduku tak pernah tersampaikan dan kadang aku harus datang dan bertemu dia hanya untuk alasan sepele yaa...biar aku ndak kangen lagi. Aku sering chat sama dia, tapi disaat rindu itu datang aku nggak pernah berani cuman sekedar melihat lagi history chat kita yang seru, perlahan berubah kadang hilang  dan jadi beda.

Seandainya waktu bisa aku putar kembali semua ingin aku perbaiki semuanya agar kita bisa merasakan sedikit keindahan kisah cinta yang aku impikan, seperti kisah-kisah yang temenku ceritakan dan membuat aku iri.

Seandainya waktu bisa aku hentikan seperti aku nonton film dari perangkat gadgetku, aku ingin menghentikan saat kita sedang melukiskan kisah seru berdua dan hanya kita yang tau. Kisah yang membuatku melayang dan belum terpikir akan terjatuh.

JATUH HATI atau JATUH CINTA?

Kenapa sih judulnya cinta-cintaan lagi?? karena apa ya?? lain kali aku share lagi pengalaman perjalananku, tapi ini juga termasuk perjalananku kok. Perjalanan cintaku hehehe :))
Kenali apa yang kalian rasakan mengenai cinta, kadang kita nggak sadar loh lagi Jatuh Hati atau Jatuh Cinta. Emang beda ya? apa bedanya? nggak sih sama aja hehehe cuman bedanya kalo kalian itu merasakan hanya sekedar cinta atau bener-bener hatinya dicuri sampe sayaaaang banget. Ada looooh yang kayak gitu kadang kita nggak sadar aja, karena rasa jatuh cinta kita didorong sama obsesi kuat untuk memiliki orang yang udah bikin kita jatuh cinta.

Hmmm... obsesi? yah kita kadang punya naluri obsesi kuat karena jatuh cinta berlebih dan akhirnya pengen memiliki orang itu. Obsesi untuk memiliki seseorang emang bagus sih tapi apa kalian yakin ini akan berdampak baik-baik aja dengan perasaan kalian masing-masing??? inget cinta itu bukan untuk dipaksa karena cinta itu murni dan suci dasarnya kan dari hati dan perasaan. Obsesi dan perjuangan cinta? boleh berjuang tapi bukan memaksa dan mengorbankan hal konyol. Menurutku sebagai seorang wanita sebenernya perjuangan untuk cinta itu perlu, karena menurutku cinta ingin diuji seberapa kesungguhan dan tulusnya cinta yang sedang diperjuangkan itu. Karena akan timbul pertanyaan:
  1. Apakah kita sungguh-sungguh?
  2. Apakah kita hanya saling memanfaatkan?
  3. Apakah kita akan saling menerima segala kekurangan yang belum tau?
  4. Apakah kita nantinya tidak akan melukai fisik dan perasaanku?
  5. Apakah kita mampu membawa "KITA" yang lebih baik?
Nah itu yang menurutku akan muncul pertanyaan disaat seseorang ingin berjuang dan memperjuangkan "KITA" menjadi ikatan cinta. Sedangkan obsesi seseorang sebenarnya tidak pernah mengeluarkan pertanyaan itu namun yang dia pikirkan adalah "DIA AKAN MENJADI MILIKKU DAN HANYA DIA MILIKKU" itulah obsesi yang kalian mungkin hadapi. Dan mulai sekarang hentikan penyakit obsesimu soal cinta karena cinta tak perlu kata "PAKSA".

Lalu bukankah perjuangan itu merupakan siksaan? bukankah itu juga pengorbanan??? dan dia juga dorongan dari obsesi kan???

Perjuangan bukan siksaan, tapi sebuah ujian untuk memperoleh kekuatan mental yang baru dengan mendapatkan cinta yang baru juga. Analoginya gini, apakah Tuhan akan langsung menerima dan mengabulkan doa mu?? tidak kan??? kalian harus berjuang untuk mendapatkan doa-doamu, tentunya dengan berdoa, bersikap mulia dan berusaha. Thats it! perjuangan. Tapi apakah perjuangan menuai hasil; yang sesuai dengan keinginan kita? jawabannya NGGAK! karena kembali lagi ke Tuhan penentunya. Jadi perjuangan itu jadi sia-sia nggak?? tentu nggak dong... karena mungkin ada penundaan dan ada yang lebih baik sedang disimpan Tuhan untuk kita.

Perjuangan memang pengorbanan tapi yang aku maksud bukan perngorbanan nyawa sebagai taruhannya, harta sebagai imbalannya atau bahkan orang lain menjadi penjaminnya. Berkorbanlah demi cinta sewajarnya, kalaupun nggak dapetin cinta yang kalian inginkan berarti kembali ke awal mengenai pertanyaan kesungguhan cinta. Kata "KITA" berubah hanya "DIA" hanya kamu yang dipertanyakan kesungguhannya, sedangkan kamu tidak ingin menanyakan hal yang sama. Dan itulah obsesimu yang muncul.

dolanan cinta-cintaan

Jaman sekarang kata "cinta" hanya terpaut pada satu lingkup ya?? bener sih kalo anak kecil mengenal kata "CINTA" tapi perhatikan lingkup kata "CINTA" yang mereka pahami, jangan sampe salah ya??
Miris kalo lihat anak-anak mengenal kata "CINTA" pada kotak yang salah. Ya... yang mereka tau "CINTA" adalah aku dan kamu yang membuatku tertarik menjadi sebuah hubungan pacaran saja. OH MY GOD! miris kalo lihat mereka karena yang harusnya mereka tau adalah "CINTA" Ayah, Ibu, Kakak atau adeknya dan sanak saudara yang lain tapi malah salah kaprah artinya. Memang aku mengalami masa kecil dan juga pernah merasakan rasa cinta tapi hanya menjadi istilah "Cinta Monyet" aja. Tapi sekarang seakan "Cinta Monyet" semakin nggak ada kontrol dari yang lebih tua. Kalo bicara siapa yang salah dan benar, "CINTA" bukan hal yang patut disalahkan apapun itu. Lalu siapa yang disalahkan? kita? iyalah.. kita yang harus disalahkan karena kita yang paham patut mengarahkan bagaimana baik dan benarnya. Menurutku "CINTA" itu:
  1. "CINTA" bukan hal yang tabu untuk dibicara pada anak-anak dan patutnya dibicarakan dengan pengarahan (aku bukan sosok orang tua yang udah punya anak, tapi ini menurut dari pengalaman hidupku dan Insya Allah akan menjadi tuntunan sendiri buat anak-anakku kelak, Amin).
  2. "CINTA" bukan melulu mengenai hubungan dua orang laki-laki dan perempuan yang saling tertarik, tapi banyak cinta yang dapat disalurkan (misalnya Tuhan, Agama, saudara, kawan, sahabat, orang tua, orang-orang yang kurang beruntung dari kita).
  3. "CINTA" bukan hal yang bisa disalahkan, menurutku cinta tidak ada yang salah tapi logika, pemikiran, realita-lah yang terkadang menghentikan makna sesungguhnya dari cinta.
  4. "CINTA" itu murni, suci dan abadi layaknya Agama yang kita yakini. Layaknya Tuhan dan layaknya keyakinan kita akan sesuatu yang membuat kita percaya mengenai kehidupan.
Tapi ingatlah bahwa anak-anak perlu tau arti "CINTA" yang lebih umum dan jangan jadikan mereka salah mengartikan "CINTA" hanya sebatas perasaan seperti "CINTA MONYET" aja. Akhir-akhir ini akan banyak artikelku mengenai cinta karena aku ingin membagikan cintaku untuk kalian yang udah baca artikelku di blog ini. terimakasih untuk kalian yang udah mau baca.

Rahasia Foto Trip-ku

foto yang aku ambil pas lagi di Madinah
Di Blog kali ini aku mau curhat masalah kegalauan ku menjadi traveler ala-ala kadarnya hehehehe :D
Jadi gini awal cerita aku punya beberapa akun sosial media selain di Blog ini ya... jadi bisa cek di Instagram ku @andyka_dwiannova pokoknya itu lah ya atau kalian bisa cek di Bio ku yaaaah...

Kalian tau nggak sih... aku memotret cuman sekedar suka, bukan hobi dan addict banget sama fotografi, karena ya aku bukan orang yang suka mendalami sesuatu dan pasti cepet bosen deh... Disini aku mau jelasin nih buat para komentator foto-foto ku baik itu langsung ke aku atau sekedar komen-komen bisa nih baca artikel ku.

Jadi aku memang suka banget motret-motret dan sekalinya motret yakin brantakan dan nggak jelas hasilnya, kadang aku kudu diarahin sama temenku atau siapapun yang lagi ada waktu itu ya... Contohnya yang di foto atas itu sumpah itu nggak sengaja aja aku turun dari bus trus ada supir bus yang ngedeketin aku sambil bilang intinya dia bilang gini "kamu mending ambil foto dari sini" (maap yah aku lupa dia bilang gimana soalnya pake bahasa inggris campur arab gitu, yang penting intinya gitu lah yaaa). Trus aku foto setelah aku simpen bertahun-tahun baru edit dan tralaaaaa!!! itulah hasilnya not bad lah yaaa :D

Nah... emang akhir-akhir ini aku lebih deket sama internet dan laptopku jadi aku sering banget nulis dan upload-upload foto ngilangin jenuh ku ngerjain skripsi.

Pada suatu ketika aku upload foto-foto di Intagram dengan caption-caption randomku yang nggak jelas hehehe... trus ada dong yang nge-chat aku bilang "pake kamera apa itu?" ya aku jawabnya santai "cuman pake camdig kadang pake nikon coolpix" sumpah! orangnya nggak percaya katanya aku bohong takut bocor kalo pake alat bagus bakalan ditiru. Jadi buat yang nanyak-nanyak dan gak percaya beneran aku cuman pake kamera mini Camdig. Pada tau kan ya...??? kamera camdig itu kayak gimana? itu loooh kamera pocket yang biasa kalian bawa kalo pas Field Trip sekolah (bagi yang angkatan 90an yaaa hahaha) Iya aku gak bohong aku cuman pake kamera pocket, karena aku mikir dia lebih gampang dibawa dan kalo pas trip nggak bikin ribet kalo lagi ada moment yang pas daaan aku mikir bawa kamera pocket pas lagi trip itu pake yang pake batrei yang sekali pake itu loooh batrei jam dinding ukuran AA tapi beli yang dayanya besar ya biar bisa awet juga.

eh bisa nih buat tips kalian ngetrip irit dan gak rempong gilak, nanti yaaaa... aku bakal bikin tulisan itu caming soon deh...

Lanjut soal komentator fotoku, jadi aku bener cuman pake itu kamera jadul banget, Nikon Coolpix-ku juga fokusnya kadang ilang-ilangan, susah ngepasinnya kadang sampe kesel pake tuh kamera. Niiiih bagi yang pengen tau bangeet rahasia aku motret-motret yang ala kadarnya itu, aku lebih sering pake kamera pocket Sony DSC-S930 SteadyShot dan kadang aku kalo lagi sempet bawa ya pake kamera Nikon Coolpix L830 sumpah itu kamera yang bisa bikin bete seharian kalo pas dapet moment tapi susah fokusnya, jadi aku nggak menyarankan kalian bagi traveller yang pengen foto ala-ala jangan pake model-model Coolpix kayak punyaku bisa jengkel dan nyesel ntar. Emang di Dunia ini ndak ada yang sempurna, jadi aku nggak mau saranin kamera apa-apa buat kalian tapi pesen aku bagi yang pengen shoot perjalanan kalian harus pertimbangkan kamera kalian dengan hal-hal berikut:
1. Anti air
2. Tahan banting
3. Batrei tahan lama atau seenggaknya mudah diisi ulang (kayak kamera poket ku hehehe)
4. Nggak bikin berat barang bawaan kalian
5. Nggak bikin tertarik jambret (kecuali kalian bisa ngejaga barang-barang kalian sendiri)
6. Mudah dinyalain atau turn on nya cepet jadi ketika lagi ketemu moment pas bisa cepet digunain
7. Jelas Resolusinya yang diatas 5Megapixel
8. Muat pake memory bisa sampe 16Gigabyte itu udah keren banget
9. Punya aplikasi foto Landscape di dalam kamera
10. Punya spesifikasi terbaru

Dari ke 10 pertimbangan nggak harus punya semuanya yang penting pas aja kalo kalian pake dan sebenernya nggak harus jago foto kok, yang penting tau mana yang pas buat diambil aja udah cukup buat jadi foto ala kadarnya itu.

Sebenernya kita nggak perlu barang mahal dan canggih buat dapet gambar yang keren, cukup kita bisa arahin lensa dan semua juga ada aplikasi editting yang bagus kok biar foto terihat bagus juga. Aku bukan orang yang addict sama fotografi yaaa... tapi kalo ada yang aku pengen ya pasti aku foto.

Beberapa dari foto-foto Intagram ku cuman pake kamera Tablet ku HP Slate 7 VoiceTab yang pertama kali keluar saat itu dan dibekali kamera 5Megapixel jadi kadang lumayan ribet kalo bawa dia karena tipis gedhe pula mirip tatakan piring gitu... ampun deh...

Mungkin bagi kalian yang baca blog ku orang-orang atau pakar fotografi, sekali lagi aku minta maaf keterbatasan pengetahuanku soal fotografi karena aku juga nggak begitu mendalami fotografi seperti kalian, jadi kalo mau kasih kritik atau saran tetep aku terima buat tambah pengetahuan. Tulisanku ini juga bukan sok tau juga, ini kan cuman sebatas pengertian aku soal fotografi "sekedarnya" looooh..

Naaaah... aku juga kalo edit pake picasa soalnya aku bukan orang yang punya memory penyimpanan foto yang cukup banyak jadi kadang aku share lewat akun Gmail ku jadi bisa di akses lewat Photo.Google.com disitu aku bisa simpen-simpen seenak jidatku sebanyak mungkin karena janjinya dari Google sih 'unlimited memory' gitu dan aku gak perlu lagi colokin smartphone-ku ke leptop karena bisa langsung diakses online.

Kupas tuntas deh rahasia motret-motret ala kadar versiku hahaha :))
Aku kalo ambil gambar juga nggak langsung sekali 'klik' trus bagus, aku pasti shoot objeknya berkali-kali sampe nanti kalo dipindah di laptop aku bisa males sendiri nyortirnya saking banyaknya shoot yang aku ambil. Cuman sekedar eksis aja kalo aku lebih suka motret pemandangan langit siiih daripada motret objek lain.

Ini niiiih bagi yang mengaku dirinya fotografer, sorry-sorry ya yang hasil foto kalian cuman foto-foto kalian pake bawa-bawa kamera, trus shootnya keliatan kalo kalian di fotoin ya ampuuun itu mah hasil difotoin bukan kalian motret(fotografer) ya boleh siiiih narsis tapi nggak semua ada foto kalian kaaan??? tampilin karya kalian dooong esensi kenikmatan fotonya bukan dari wajah luuu dan kamera mahal yang kalian bawa, tapi kan hasil jepretannya brooo... hehehehe sekedar mengingatkan aja berarti lu bukan fotografer tapi narsis able bro...


oke thanks for coming to my blog... see you soon :* dengan tips jalan-jalan versi kedua, mungkin yang ngikutin blog ku terus pernah baca artikelku yang dulu juga soal tips jalan-jalan.

Anak Kosan Harus SEHAT!!

Pagiiiiiii pasukan sarapan pagiiii....

kali ini aku cuman Share Bubur SUN dan Wedang Jahe (Jahe Panas)
karena hari ini sepertinya cuaca agak labil, kadang hujan, kadang bisa panas SADEESSTT!! jadi biar tetep fit nggak keserang virus-virus pancaroba, aku mam mam bubur SUN
you know kan gaes ini bubur anak-anak itu loooh yang tinggal tuang air panas dan bisa bikin sedikit kenyang :D



pasangannya sama Jahe Panas aku cuman bakarin jahe yang udah ku cuci bersih, trus aku seduh deh pake air panas sama gula batu

bikin badan anget, tenggorokan juga legaaaah...

silahkan dicoba yaaa....

buat anak kosan yang tetep pengen hemat, kenyang dan sehat

bubur Sun jadi tips dariku :D


HAPPY HOLIDAY GAESSS

SEGO JAGUNG (Nasi Jagung)

Nasi Jagung bungkus-bungkussss


ini niiiiih makanan yang super muraaaah, super bikin sehat, pokoknya yummy banget

gatau ya apa kandungan gizi didalamnya
yang jelas, yang aku tau jagung ini nggak memiliki kadar gula seperti halnya nasi
makanya rasa jagungnya sendiri hambar gitu, tapi masih bisa dirasain kalo dimakan bareng sama pasangannya yang tepat

kalo ada yang nanyak ini nasi apa jagung sih???

jelas nya ya jagung cuman dibikin kayak nasi gitu di lembutin trus dimasak selayaknya masak nasi sewajarnya yaaa...
nggak pake jungkir balik kayang lhooo... :))

apa aja sih komponennya??? yuk diliat fotonya....
jelasnya itu yang kuning-kuning ya nasi jagungnya, trus sayuran rebus (kenikir, kecambah) trus itu ada bothok tempe, dan karena rasa nasi jagungnya hambar gitu, dia paling match sama ikan asin... wuidiiiih asiiiiin banget!! =P

eh... ada yang bingung yaaa bothok itu apa???

jadi gini ya Bothok itu masakan yang dibuat pake kelapa parut biasanya pedes trus di bungkus pake daun pisang, nah habis tu dimasaknya dikukus gitu sampe mateng jadilah namanya Bothok uwenaaaak

udah deh itu enak banget cocok buat sarapan dan yang nggak mau sarapan berat-berat...

ayo! semangatkan bangun pagi dan sarapan pagi
karena sarapan pagi itu penting!!

Happy Friday gaesss :*

Jalan-jalanku ke bali

Dulu aku kalo berwisata nggak pernah bawa kamera, emang karena aku yang nggak suka narsis dan menurutku jalan-jalan atau wisata cuman bisa dinikmati kalo kita bener-bener udah nyampe tempatnya. Dulu aku nggak ada pikiran buat dijadiin bahan pamer "kalo aku udah pernah kesana looooh". Padahal dulu dari jaman emakku sampe tante-om ku yang penggemar Travelling pada narsis kemana-mana bawa kamera trus foto didepan tulisan dimana kita lagi kunjungan.

Tapi tetep aja aku masih kemana-mana males bawa kamera apalagi dulu pernah jamannya pake kamera yang super gedhe dan berat (menurutku) dan itu pasti bikin ribet di jalan kalo kita lagi buru-buru. Tapi ini pengelaman pertama aku bisa menggunakan kamera dan nggak ribet pas lagi Travelling, tepatnya pas aku lagi Study Tour acara kampus gitu. Waktu itu aku kuliah di program diploma yang kebetulan aku ambil jurusan Pariwisata di salah satu universitas ternama di Jogja.

Lokasinya di Bali, Pulau Dewata meeen..


AKU SUKA MAKAN 2

Pagi-pagi gini emang paling enak sarapan lontong...
eitss... kalian tau gak sih bedanya lontong sama nasi, as you know ya.. sebenernya sama aja cuman kono katanya kandungan gula pada lontong lebih sedikit dibanding nasi. Gatau itu bener apa nggak... tapi kalo nyokap bilang "pagi-pagi maem lontong aja, biar kurus" entah kenapa akhir-akhir ini nyokap suka nyuruh dengan embel-embel 'Biar Kurus'. Padahal aku juga ndak gendut-gendut amat, cuman kebanyakan lemak aja hehehhe :D

ini nih pecel versi lontong...

Lontong Pecel


pada dasarnya sama aja sih komponennya ya sayur rebusan, ya sambel kacang, ya pake peyek. Tapi ada beda di lontong aja sih dan kalo yang masih belum puas sama porsinya bisa ditambahin gorengan kayak Bakwan atau Hechi atau kalo arek Suroboyo bilang 'Ote-ote' ya gitu udah bikin kenyang sampe sore deeeh....

kalo ini penjual terkenal di kota ku namanya "Sego Pecel Yu Gembrot"


lokasinya di pasar besi madiun Jl. Imam Bonjol, Pasar Besi Srijaya (Njoyo), Madiun

kalo kesana pagi-pagi banget biar pas rada sepi nggak antri banyak hehehe

pengalaman gagal makan disini gara-gara antri sampe lamaaaaaa banget apalagi kalo pas lebaran huft! cuman dia yang buka tapi antrinya buuk parah!

so thanks udah baca artikelkuuu.. :*

AKU SUKA MAKAN

Siapaaaa siiih yang nggak suka makan, adekku yang masih bayi aja suka makan apalagi nenek buyutku, mereka semua demen makan sampe lupa kesehatan apalagi berat badan Oh My Gosh berat badan. Lagi heboh berat badan jadi perbincangan para ibu-ibu apalagi ciwi-ciwi muda yang pengen terlihat cantik kapanpun, dimanapun. Tapi aku masih aja doyan makan walaupun sekarang mengurangi porsi dan sedikit bosen makan unggas, agak mrinding sih kalo makan unggas gara-gara dulu pernah alergi bulu unggas. Badan berasa mirip hulk bisa bentol-bentol gatel waaarbyasaaak, saking gatelnya trus digaruk jadi mirip punya tompel dimana-mana sekarang. Kata nyokap gapapa nanti bakalan ilang pada watunya, mungkin maksud nyokap ilang pada waktu aku meninggal jadi bekas lukanya juga ikutan ilaang X_X

Udah yuk kita move dari ngomongin bekas tompel, eh bekas luka maksudnya :D

yang ini nggak usah nanyak ini gulungan apa, yang jelas bukan gulungan mayat, ini juga bukan pocongan warna ijo yang dibungkus daon pisang. Ini 'Sego Pecel' alias kalo bahasa Nasionalnya Nasi Pecel. itu ada krupuk bawang tapi kalo di kotaku namanya Krupuk Upil sorry rada nggak sopan tapi emang namanya itu, aku sendiri juga nggak tau kenapa bisa di namain begitu. Kesannya kalo kita makan berasa makan upil sendiri yang dibikin kerupuk, ijo-ijo legit ada asinnya. Aku pernah nanyak ke nyokap kenapa namanya itu, dia juga bingung sendiri ngejelasinnya tapi jelas karena rasanya asin dan warnanya putih. Uniknya dari kerupuk ini adalah cara penggorengannya, mungkin di kota kalian juga ada cuman namanya aja yang beda. Ngegoreng kerupuk ini pake PASIR, terserah kalian mau percaya atau nggak yang jelas begitu bikinnya, karena temen SD ku kebetulan dia usaha beginian dan sekarang udah jadi Sarjana dan jadi pengusaha Kerupuk Upil terkenal di kota ku.

Sebelah kanan bungkusan Nasi Pecel ini adalah Soulmatenya Nasi Pecel, kemana-mana kalo nggak ada dia serasa dunia nggak punya keadilan di diriku saat makan (sorry terlalu lebay, emang gini adanya). Namanya 'Peyek' kalo di kota ku namanya itu, tapi setelah aku suka hijrah ke kota-kota lain namanya bisa berubah jadi Rempeyek ada juga yang bilang ini namanya Kembang Goyang, dari itu aku bingung apa ini mirip kembang mawar yang bisa joget ngebor kayak buk Inul atau jangan-jangan habis makan ini aku bisa Goyang Itik trus nyanyi Cinta Satu Malam (wes salah fokus, abaikan). Peyek ini bahan dasarnya Tepung Beras, Ketumbar sama Kemiri cuman itu doang trus toppingnya bisa milih deh ada kacang, ada kedelai hitam, ada yang kedelai coklat, bisa pake teri macem-macem kan asal jangan dikasih topping marshmallow atau nutella aja ntar jadinya malah mirip kue cubit kekinian.

Nah nih pemeran pertama dari artikel-ku Nasi Pecel








Ini karena baru dibuka dari bungkusnya ya... kalo belinya di piring penamakannya pasti bagus...

Orang yang pernah singgah ke Pulau Jawa pasti kenal makanan ini biasanya banyak pedagang bersliweran di jalan-jalan "nasi pecel... nasi pecel..." padahal jualannya lagi nggak di madiun atau bagi para Pasukan Sarapan Pagi pasti begitu keluar rumah, kosan, kontrakan, kandang (eh becanda :D ) pasti ada simbok-simbok jualan NASI PECEL pasti ditulis gedhe di depan warungnya. Jadi berasa punya makanan nasional hahaha :D

Nah ini nih apa aja komposisi dari nasi pecel, yaaa... yang jelas Nasi dong hehehe...
Isinya sayuran-sayuran direbus setengah mateng trus disiram pake saus kacang, kalo di kota ku bilangnya 'sambel kacang' bikin ini tuh unik loh, karena aku dulu pernah bantu nenek jualan nasi pecel jadi ya sedikit tau tradisi bikin 'sambel pecel ini'. Pertama aku goreng kacang tanah yang udah dikupas dari kulitnya *tips, jangan digoreng sampe gosong ya... :D * kalo udah siapin cabe-nya, daun jeruk yang banyak trus gula jawa. Dulu bumbu nya yang aku inget sih itu hehehe selebihnya aku lupa pokok yang terpenting dari pembuatan sambel nya sih itu. Trus di 'Deplok' artinya ditumbuk pake semacem tabung penumbuk obat, mungkin yang dari farmasi bakal tau gimana bentuknya. Semua di tumbuk sampe halus banget, pernah aku mengacau karena semakin lama ditumbuk mereka semakin berat jadi aku tumbuk pake tenaga preman BRUAAKK!! hancur lah sambel dan alat-alat nenek dan alhasil sebulan kemudian nenekku nggak jualan nasi pecel lagi hehehe karena alatnya berubah jadi 'layah' atau bahasa nasionalnya 'Cobek' hahaha :)) jahat ya aku tapi untungnya pas waktu itu umurku masih sesuai untuk dimaafkan oleh orang dewasa :D

Oke lanjut lagi ya... itu ada gorengannya sebagai tambahan, kebanyakan dari kalian yang pecinta jalan-jalan dari yang singgah di stasiun sampe terminal pasti ada aja penjual Nasi Pecel, padahal nggak lagi di Madiun. Yaaa... bersyukur aku terlahir di kota Nasi Pecel yang notabene ketenarannya menyaingi Pecel Lele Lamongan hahaha... :)) biasanya dijual tanpa pake gorengan tapi pasti dikasih Peyek/Rempeyek

Yummy... Yummy... (y)

jalan-jalanku di dunia

Aku Traveller yang mungin lebih amatir dari para traveller yang udah melalang buana di penjuru negeri ini. Ada banyak yang menyukai berwisata apalagi cuman sekedar jalan-jalan tapi mereka kebanyakan nggak tau kalo berwisata setiap langkahnya memiliki banyak makna, salah satu makna yang aku sukai selama berwisata adalah berwisata selalu punya kenangan. Kenangan adalah hal yang nggak bakal ilang dalam situasi apapun itu, sejauh mana kau pergi kenangan pasti akan mengikuti. Sampai pikun pun kenangan akan muncul ketika kamu ingin membuka kenangan itu meski perlahan dan nggak sesempurna yang kamu inginkan.

Aku menyukai segala perjalananku karena selalu memeberikan makna kenangan, entah itu menyenangkan atau malah menyedihkan dan menjadi hal traumatis yang nggak bakal aku ulang lagi perjalanan itu.

Menurutku perjalanan bukan melulu soal kesenangan dan kebahagiaan ada juga soal kesedihan, contohnya kalian pas liburan ke gunung atau pantai tapi malah ada salah satu rombongan kalian kecelakaan atau bahkan ternyata terjadi bencana alam yang nggak terduga. Itu kan bisa jadi pengalaman yang menyedihkan bagi sebagian dari kita.

Perjalananku di dunia hanya segelintir cerita membosankan karena tukang tidur kayak aku kurang bisa menikmati suasana perjalanan, cuman duduk manis dan menikmati nyamannya kursi lalu tiba-tiba bermimpi sampe lupa kalo tujuan perjalanan sudah tiba.

Kebebasan dalam perjalanan itu lebih menyenangkan, karena kita lebih tau kita mau ngapain dan kemana tanpa diatur atau dipaksa-paksa. Kita juga bisa mengatur keuangan sesuai yang kita mampu tanpa harus dipaksa untuk membayar sesuatu yang nggak menguntungkan bagi kita, apalagi nggak sesuai sama perjalanan yang kita rencanakan alias nggak sesuai ekspektasi.

Kebebasan melambangkan perdamaian dalam hal apapun buat diriku, tanpa aturan aku bisa jalan sesuai kata hatiku saat melangkah. Tapi aturan juga bisa mendorong kita buat melakukan sesuatu sesuai batasannya dan keinginan juga biar lancar, tergantung kita harus memilih jalan yang mana. Kalo aku mau kebebasan lebih tinggi tapi memiliki aturan yang nggak terlalu mengikat ntar jatohnya terpaksa dan malah bikin bete perjalanan kita.

Contohnya akhir-akhir ini nyokap suka cerita tentang temennya yang sering jalan-jalan keluar negeri cuman buat belanja dagangan di olshopnya alias online shop, itu loooh yang lagi booming-boomingnya di IG (Instagram). Aku sempet heran aja itu tante keren bener ke luar negeri cuman pengen jualan di Indonesia padahal, barang disana itu hasil produksi Indonesia juga kan?? hahaha :D

Nyokap sempet cerita temennya kalo cuman mau belanja dagangannya harus ikut paket-paket tour yang udah punya rundown acaranya padahal dia cuman pengen ke IMM Mall, mall paling rame buat belanja barang branded di negara tetangga. Tapi dia harus ngeluarin duit lebih banyak dari barang dagangan yang mau dia beli, ya karena paket wisata harganya pasti include tiket-tiket masuk objek wisata dan biaya transportasi yang kalo tante ku beli pasti dia percuma banget karena nggak kepake semua. Ya... karna dia cuman butuh tiket pesawat, penginapan sama guide aja. Lama-lama aku bikin aja travel agent buat mereka biar aku dapet untung gedhe hahaha... =D

Akhirnya rencanaku bakal terkabul karena bisnis ini bakal aku dirikan di kota kelahiranku yang sangaaaaaaaaaaaaaat biasa hahaha becanda ding... nanti yang punya kota marah, tersinggung aku di tuntun lagi... maaf ya ini cuman candaan loooh :D