Miris kalo lihat anak-anak mengenal kata "CINTA" pada kotak yang salah. Ya... yang mereka tau "CINTA" adalah aku dan kamu yang membuatku tertarik menjadi sebuah hubungan pacaran saja. OH MY GOD! miris kalo lihat mereka karena yang harusnya mereka tau adalah "CINTA" Ayah, Ibu, Kakak atau adeknya dan sanak saudara yang lain tapi malah salah kaprah artinya. Memang aku mengalami masa kecil dan juga pernah merasakan rasa cinta tapi hanya menjadi istilah "Cinta Monyet" aja. Tapi sekarang seakan "Cinta Monyet" semakin nggak ada kontrol dari yang lebih tua. Kalo bicara siapa yang salah dan benar, "CINTA" bukan hal yang patut disalahkan apapun itu. Lalu siapa yang disalahkan? kita? iyalah.. kita yang harus disalahkan karena kita yang paham patut mengarahkan bagaimana baik dan benarnya. Menurutku "CINTA" itu:
- "CINTA" bukan hal yang tabu untuk dibicara pada anak-anak dan patutnya dibicarakan dengan pengarahan (aku bukan sosok orang tua yang udah punya anak, tapi ini menurut dari pengalaman hidupku dan Insya Allah akan menjadi tuntunan sendiri buat anak-anakku kelak, Amin).
- "CINTA" bukan melulu mengenai hubungan dua orang laki-laki dan perempuan yang saling tertarik, tapi banyak cinta yang dapat disalurkan (misalnya Tuhan, Agama, saudara, kawan, sahabat, orang tua, orang-orang yang kurang beruntung dari kita).
- "CINTA" bukan hal yang bisa disalahkan, menurutku cinta tidak ada yang salah tapi logika, pemikiran, realita-lah yang terkadang menghentikan makna sesungguhnya dari cinta.
- "CINTA" itu murni, suci dan abadi layaknya Agama yang kita yakini. Layaknya Tuhan dan layaknya keyakinan kita akan sesuatu yang membuat kita percaya mengenai kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar