Berkunjung

Mengunjungi bukan hal yang baru bahkan kegiatan kita datang ke pulau kecil ini pun juga disebut mengunjungi. Berkunjung satu tempat ke tempat lain, berkenalan dengan teman baru, orang baru, kehidupan baru, adat yang baru, dan tentunya peraturan yang baru. Datang lalu berkenalan seperti analogi PDKT sama gebetan, datang dan kenal agar kita saling dekat dan menyatu dalam satu pemikiran yang sama.

Pulau kecil ini juga harus aku kenali siapa dia dan mengapa dia ada disini seperti menelusuri sejarah dunia bertanya sana-sini, bertemu sesepuh, perangkat desa dan beberapa warga keturunan asli. Bukan masalah bagiku bertemu dan berkenalan karena aku menyukai kegiatan ini dan banyak hal baru yang aku temui untuk kemudia aku pelajari. Batinku masih berdumam "Indonesia begitu kaya dan ini surga Indonesia yang patut aku syukuri, alam semesta yang begitu aku impikan dan begitu aku idolakan dalam hidupku". Ini adalah saatnya aku menjadi manusia yang penuh tanggung jawab dan ketulusan.

Warga yang sangat toleran dan baik pada siapapun dari kami, bahkan mereka lebih sering sibuk menyiapkan apa saja yang ingin mereka suguhkan untuk kita, karena mereka tau misi dan tujuan kita datang ke pulau ini, desa dimana mereka tinggal. Dan tujuan mereka tak lain agar kami semua betah tinggal dan tak jengah untuk berkunjung lagi ke pulau kecil ini. Pulau kecil ini hanya terdiri dari satu desa karena selain luas wilayah juga penduduknya yang tak banyak tinggal disini, mereka sebagian besar adalah masyarakat perantauan pulau lain dan bukan asli dari provinsi desa ini. Sebagian besar masyarakat desa ini bekerja menjadi nelayan dan beberapa adalah guru dan pedagang, namun beberapa dari mereka pekerjaannya merangkap, selain nelayan mereka juga sebagai guru atau bahkan perangkat desa. Jadi terkadang beberapa berkas penting yang kami butuhkan untuk laporan yayasan pun, terkendala dengan menunggu pengesahan dari perangkat desa yang sedang melaut. Mereka melaut bukan sehari lalu pulang tapi bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu mereka belum pulang. Karena beberapa pengepul ikan berada di Kota dan lebih tepatnya berada di pulau kecil lainnya.

Aku disini seakan ingin menyanyikan lagu masa kecil ku hmm "Nenek moyangku seorang pelauuuut...." karena disini Desa dan Kota yang aku tau bukan lagi berbatasan dengan sungai atau bahkan hanya gapura selamat datang, melainkan lautan bahkan bisa jadi samudra yang harus diseberangi.

Bersambung...